Kartu Kredit

Shopping Pakai Cash Atau Kredit? Pilihlah dengan Bijak

Di zaman yang serba konsumtif ini, kebutuhan masyarakat akan berbelanja semakin besar. Manusia hidup membutuhkan berbagai hal, dari yang sifatnya primer, sekunder, bahkan tersier. Kebutuhan ini ditangkap oleh pasar yang kemudian berlomba-lomba untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Bermacam lini pekerjaan baru pun tercipta, dari produsen hingga distributor. Dan roda perekonomian pun bergerak secara dinamis.

Kartu Kredit

Tak hanya ketersediaan barang, beragam cara membeli barang pun dikembangkan. Jika dulu orang harus selalu membawa uang tunai ketika berbelanja, kini tak harus selalu begitu. Ada banyak cara yang bisa dipakai untuk berbelanja, seperti membayar dengan uang digital melalui aplikasi e-wallet ataupun memakai fasilitas pinjaman seperti kartu kredit.

Karena beragam cara pembayaran itu, kita kini masuk dalam era cashless. Uang sepenuhnya berada di bank atau e-wallet, tapi penggunanya bisa bertransaksi di dunia nyata maupun dunia maya dengan bebas. Nah, kali ini yang akan kami bahas adalah cara berbelanja cash dan kredit, mana yang terbaik?

Idealnya kita memang sebaiknya membayar sesuatu secara tunai. Tunai di sini bukan hanya dalam bentuk fisik uang, tapi dalam artian uang kita sendiri. Artinya, kita tidak membayar belanjaan kita dengan pinjaman seperti kartu kredit. Namun dalam situasi tertentu, terkadang kita terpaksa harus membayar sesuatu secara kredit.

Situasi ini direspon berbagai pihak dengan menyediakan fasilitas pembiayaan kredit yang memudahkan nasabah untuk berbelanja tanpa perlu memiliki uang terlebih dahulu. Bank menawarkan kartu kredit, sedangkan lembaga finance swasta (perusahaan pembiayaan) menawarkan aneka program kredit belanja.

Sebagaimana pinjaman uang pada umumnya, belanja kredit memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya misalnya:

Simpel

Kartu kredit sekecil kartu ATM, bisa dibawa ke mana-mana dan bisa dipakai berbelanja dengan leluasa sesuai limit. Ini sangat berguna ketika kita berada dalam situasi urgent atau ketika kita tidak membawa uang. Demikian pula dengan finance yang selalu hadir di sekitar kita menawarkan pinjaman dengan promo menarik. Anda bahkan bisa mengurusnya di tempat dan barang incaran bisa langsung Anda bawa pulang.

Mudah pengurusannya

Mengurus kartu kredit dari bank atau finance swasta sangatlah mudah, bahkan bank kini mulai menerapkan sistem jemput bola, di mana nasabah yang ingin memiliki kartu kredit hanya perlu menelepon bank dan pihak bank akan mendatangi kita (atau membuat janji bertemu).

Tidak perlu punya uang

Namanya saja kartu kredit, Anda bisa berbelanja apapun tanpa perlu memiliki uang terlebih dahulu. Anda bisa membayar pinjaman Anda lain waktu sesuai ketentuan, tentunya dengan bunga. Anda bisa melunasi langsung atau mencicil.

Sedangkan kekurangan berbelanja menggunakan cara kredit adalah:

Mendorong kita berhutang

Dengan segala kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkannya, kartu kredit jenis apapun secara tidak langsung mendorong kita untuk berhutang. Jika kita tidak berhati-hati, hutang tersebut bisa membengkak dan menjerat leher kita. Jadi pinjaman apapun haruslah digunakan secara bijak.

Bunga tinggi

Kartu kredit menawarkan kemudahan, tapi juga membebani kita dengan bunga yang relatif tinggi dibandingkan pinjaman lainnya. Tak heran banyak orang yang tak bisa melunasi tagihan kartu kredit bersama bunganya akan mulai gali lubang tutup lubang dengan meminjam dari kartu kredit lainnya. Kredit dari finance pun juga harus dipikir matang-matang karena bunganya kadang cukup tinggi.

Membuat kita boros

Alih-alih menabung, dengan kartu kredit kita justru terdorong untuk menjadi lebih boros. Ini memang tergantung pada individu masing-masing, tapi pemakaian kartu kredit sendiri dinilai banyak ruginya karena pinjaman selalu disertai bunga.

Nah, terlepas dari kelebihan dan kerugian berbelanja secara kredit, ada baiknya Anda menimbang beberapa hal berikut sebelum meng-apply kartu kredit atau mendaftarkan diri pada program pinjaman finance.

Pertimbangkan urgensi

Tanyakan pada diri Anda sendiri, seberapa pentingkah membeli barang secara kredit? Apakah barang yang hendak Anda beli itu benar-benar Anda butuhkan atau sekedar ingin? Pikirkan urgensi pinjaman Anda. Jika tidak terlalu butuh, sebaiknya urungkan niat Anda.

Ada beberapa jenis barang yang sifatnya konsumtif dan tidak memiliki nilai lebih ketika dijual, seperti barang-barang elektronik dan kendaraan. Jika ini adalah jenis barang yang ingin Anda miliki, sebaiknya hindari membelinya secara kredit. Kecuali Anda akan menggunakan barang-barang tersebut untuk keperluan yang produktif, misalnya bekerja, maka kredit bisa menjadi solusi.

Ukur kemampuan

Baik bank maupun lembaga pembiayaan swasta memang akan mensurvey kemampuan finansial Anda untuk membayar hutang, tapi Anda sendiri juga harus mengukur kemampuan diri. Bisa jadi secara matematis Anda memang mampu membayar cicilan bulanan, tapi apakah itu tidak memberatkan Anda?

Pelajari segala ketentuan

Setiap jenis pinjaman datang dengan syarat dan ketentuan. Pelajari itu baik-baik. Berapa bunganya, berapa lama tenor atau jangka pinjamannya, bagaimana skema pembayaran angsuran dan pelunasannya, dan hal-hal lain yang terkait dengan hutang Anda. Jangan ragu untuk menanyakan hal-hal yang sekiranya tidak Anda pahami kepada calon kreditur.

Kredit atau cash?

Kembali ke pertanyaan awal, pilih bayar kredit atau cash? Tentunya cash! Dengan membayar cash, Anda tak perlu berhutang dan tak perlu pusing membayar angsuran beserta bunganya. Tapi kredit juga bisa menjadi opsi dalam situasi mendesak, terutama bila Anda memiliki kemampuan yang cukup untuk melunasi kewajiban Anda.

Pikirkan baik-baik sebelum berhutang. Alih-alih berhutang, Anda sebaiknya bersabar, menabung dan menunggu sampai Anda bisa membelinya secara cash. Tentunya, Anda juga bisa mencoba cara lain untuk menambah pemasukan dengan berbisnis sampingan. Ada banyak bisnis sampingan yang bisa Anda lakukan di rumah.

Di rumah Anda bisa menjalankan beragam bisnis menguntungkan, mulai dari jualan sampai jadi reseller. Berbisnis di rumah pastinya menyenangkan sebab Anda bisa mendapatkan banyak keuntungan tanpa ke luar ke mana-mana. Anda perlu membangun bisnis di rumah dengan bermodal koneksi internet dan gadget.

Untuk jenis bisnis yang Anda pilih bebas, sesuai kesempatan dan passion Anda saja. Utamakan bisnis yang sesuai dengan isi kantong Anda, jangan memaksa bisnis besar dengan modal hutangan yang tak sanggup Anda pikul. Lebih baik Anda mengatur bisnis mulai dari nol dan menikmati prosesnya.

Dengan menghasilkan uang sendiri dari bisnis, maka Anda bebas untuk mempergunakannya buat apa saja. Anda bisa berbelanja secara cash atau kredit asalkan Anda punya usaha yang bisa diandalkan. Jangan nekad berbelanja secara kredit jika Anda tak punya usaha, sebab Anda akan babak belur akhirnya.

Nah itulah pembahasan kami tentang perbedaan antara belanja dengan cash atau kredit, kekurangan dan kelebihannya, serta sedikit wawasan tentang usaha dari rumah untuk menambah pemasukan. Di zaman pandemi ini yuk kita selalu giat untuk bekerja mencari uang karena sekarang ini jaman sulit, jadi kita harus selalu semangat demi survive.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *