Hutang

Yuk Pelajari Pengertian Kredit, Manfaat dan Resikonya

Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti sering mendengar kata kredit. Secara sederhana, kredit adalah pinjaman uang kepada perseorangan atau badan usaha untuk membeli sesuatu dan akan membayarnya dengan cara mengangsur sesuai dengan tenor atau jangka waktu yang telah disepakati.

Hutang

Bentuk kredit bermacam-macam. Adapun pihak yang biasa menyalurkan kredit antara lain bank, lembaga keuangan swasta, dan/atau perseorangan. Dalam kegiatan ekonomi sehari-hari, kredit banyak disalurkan dalam bentuk pembayaran yang ditangguhkan, misalnya untuk pembelian kendaraan bermotor, rumah, tanah, dan sebagainya. Kredit atau hutang selalu datang bersama bunga dan segala ketentuannya, termasuk tenor dan plafon.

Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk konsumsi dan usaha, kredit pun semakin disukai. Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan debitur atau peminjam dari kredit.

Bisa mendapatkan modal

Seringkali masyarakat mengajukan kredit untuk modal usaha, seperti mengajukan pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat) pada bank. Terkadang, kredit juga diajukan untuk membeli sesuatu yang sifatnya produktif alias untuk keperluan kerja/usaha, misalnya kendaraan. Ini adalah salah satu jenis kredit yang baik karena pinjaman bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha.

Bunga kompetitif

Semakin banyak lembaga yang menyalurkan kredit, maka bunganya semakin kompetitif. Setiap lembaga akan bersaing dengan satu sama lain untuk menawarkan bunga cicilan yang ringan dan calon debitur tinggal memilih mana yang terbaik. Jika meminjam di bank, debitur bisa memanfaatkan rekeningnya sekaligus untuk menabung.

Syarat mudah

Rata-rata syarat kredit tidaklah susah karena kemudahan adalah hal yang semakin dinomorsatukan. Selain syarat-syarat administratif yang menyangkut data diri, kreditur biasanya juga meminta syarat-syarat lainnya seperti dokumen keuangan/tabungan dan/atau usaha untuk membuktikan usaha dan kesehatan cashflownya. Banyak koperasi simpan pinjam swasta yang bahkan hanya mensyaratkan dokumen pribadi saja.

Tenor dan plafon negotiable

Tenor (masa pinjaman) dan plafon (besarnya pinjaman) sebenarnya sudah tercantum dalam ketentuan pinjaman, namun dalam prakteknya debitur dan kreditur bisa mendiskusikan itu di awal untuk mendapatkan kesepakatan terbaik. Debitur berhak mengajukan tenor dan plafon yang paling ideal, sementara kreditur akan menilai apakah debitur layak mendapatkan tenor dan plafon seperti yang diinginkannya. Dengan kata lain, semuanya masih negotiable.

Cara pelunasan fleksibel

Kredit bisa dilunasi dengan cara mencicil atau mengangsur sesuai tenor. Ini memudahkan masyarakat yang ingin membeli sesuatu atau mendapatkan modal usaha namun terkendala uang. Kreditur seperti bank bisa mencairkan uang dalam jumlah besar untuk diangsur debitur dalam tenor atau jangka waktu sekian bulan atau tahun. Cara mengangsurnya pun beragam, bisa dengan datang langsung ke kantor, membayar lewat toko ritel, PPOB, e-commerce, ATM, dan sebagainya.

Tentunya semua kemudahan itu tidak datang begitu saja tanpa resiko. Semua jenis hutang atau kredit memiliki resiko yang harus dipahami oleh calon peminjam. Berikut beberapa resikonya.

Membebani keuangan bulanan

Pinjaman memang cair di awal dan bisa membantu mengatasi masalah finansial seseorang, tapi setelah itu beban angsuran setiap bulan akan datang. Peminjam harus disiplin dalam mengangsur hutang setiap bulan agar tidak ada denda keterlambatan dan mencoreng reputasinya.

Resiko terlambat

Keuangan seseorang adalah hal yang agak sulit diprediksi. Bisa saja dalam satu atau dua kali kesempatan seseorang gagal mengangsur hutang yang mengakibatkan denda. Resiko keterlambatan bukan hanya denda, pihak kreditur juga akan melakukan penagihan baik via telefon, surat, ataupun datang langsung.

Rawan gali lubang tutup lubang

Istilah ini mengacu pada pola berhutang untuk menambal hutang yang lain sehingga hutang seolah tak berujung. Jika keuangan tak dikelola dengan baik, maka seseorang bisa terjerat pada hutang yang tak kunjung selesai. Satu hutang akan menciptakan hutang lainnya dan seterusnya.

Resiko kehilangan aset

Banyak kredit yang meminta agunan atau jaminan sebagai syarat peminjaman, misalnya surat kendaraan, surat tanah, surat rumah, dan lainnya. Jika kreditur telat membayar dan bahkan gagal melunasi hutangnya, pihak kreditur bisa menyita aset-aset yang dijaminkan sesuai kesepakatan. Jika tak berhati-hati dalam berhutang, harta benda Anda bisa ludes seketika.

Mengingat banyaknya manfaat sekaligus resiko berhutang, Anda yang ingin mengajukan hutang sebaiknya menimbangnya terlebih dahulu. Banyak hal yang harus Anda pikirkan dan kalkulasi karena hutang memang enak di awal, tapi berat di akhir. Nah agar Anda tidak kesulitan, ada beberapa tips berhutang yang perlu Anda lakukan.

Ukur kemampuan

Hal pertama adalah mengukur kemampuan. Berapa uang yang bisa Anda sisihkan per bulan untuk membayar hutang? Berapa penghasilan utama Anda? Apakah Anda punya penghasilan sampingan? Semua itu wajib Anda ketahui sebelum mengajukan pinjaman. Jangan sampai angsuran menyengsarakan kehidupan Anda selama bertahun-tahun.

Tujuan pinjaman

Kemudian Anda harus memastikan tujuan pinjaman Anda adalah hal yang benar-benar sangat Anda butuhkan, bukan sesuatu yang hanya Anda inginkan, misalnya membeli barang-barang mewah. Meskipun Anda mampu mengangsur setiap bulan, meminjam uang untuk membeli benda-benda yang Anda inginkan bukanlah hal yang bijak karena pinjaman selalu datang dengan bunga yang terkadang mencekik leher.

Disiplinkan keuangan

Setelah Anda mendapatkan pinjaman, Anda harus disiplin. Anggarkan uang untuk mengangsur hutang dan hentikan kebiasaan-kebiasaan lain yang hanya menghabiskan uang. Kunci ketenangan dalam berhutang adalah keuangan yang sehat sehingga hutang bisa diangsur dengan lancar tanpa mengganggu keuangan seseorang dan membuatnya gali lubang tutup lubang.

Mencari pandangan usaha

Sisi positif hutang adalah bisa mendorong seseorang untuk berpikir lebih kreatif dalam mencari pandangan usaha. Alih-alih hanya mengandalkan pekerjaan utama, seseorang bisa melakukan usaha baru sebagai sampingan atau hanya untuk membayar angsuran tiap bulannya. Ada banyak sekali pilihan kerja sampingan yang bisa Anda lakukan, misalnya menjadi reseller atau membuka bisnis loket pembayaran (PPOB). Usaha-usaha ini tidak menyita banyak waktu dan tidak membutuhkan banyak modal.

Yang pasti, manfaatkan setiap waktu dan peluang untuk mencari tambahan. Hidup hanya dengan berhutang tentu sangat salah. Anda tak boleh hidup dengan cara itu. Boleh-boleh saja berhutang, tapi Anda juga harus punya usaha lain atau pemasukan sampingan. Ini supaya neraca cash and flow Anda selalu seimbang, tidak berat di hutang dan pengeluaran.

Apalagi di zaman pandemi ini yang serba susah, semua orang dituntut lebih kreatif. Pandangan usaha apa pun selama tidak merugikan orang lain wajib dicoba. Jangan hanya berpangku tangan. Carilah peluang di sekitar Anda untuk diubah menjadi duit, yakinlah Anda pasti bisa.

Nah, agar reputasi Anda selalu terjaga, jangan sampai telat ya dalam mengangsur hutang. Supaya praktis dan cepat, Anda bisa melakukan pembayaran di loket PPOB yang tersedia di mana-mana. Banyak pula aplikasi e-commerce yang menyediakan fitur pembayaran kredit sesuai dengan perusahaan penyalur kredit. Jaman sekarang sangat simpel, jadi jangan dibikin ribet. Selamat mencoba ya!

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *